Upaya pemerintah memperkuat konektivitas antarwilayah kembali diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur strategis di Kalimantan Selatan. PT Hutama Karya (Persero) resmi menandatangani kontrak Pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut.
Proyek ini menjadi tonggak penting dalam menghadirkan akses darat yang andal, aman, dan berkelanjutan antara Pulau Kalimantan dan Pulau Laut.
Penandatanganan kontrak tersebut menandai dimulainya tahapan konstruksi jembatan yang selama ini dinantikan masyarakat. Infrastruktur ini dirancang untuk melengkapi sistem transportasi eksisting dan menjadi penghubung darat utama yang mampu meningkatkan mobilitas orang dan barang, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan.
Kontrak pembangunan ditandatangani oleh Rizky Agung selaku Executive Vice President (EVP) Divisi Sipil Umum Hutama Karya bersama mitra Kerja Sama Operasi (KSO). Acara ini turut dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif, Bupati Kotabaru Muhammad Rusli, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Roy Rizali Anwar, jajaran Direktorat Jenderal Bina Marga, Direktur Operasi I Hutama Karya Agung Fajarwanto, serta pimpinan BUMN Karya.
Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar menegaskan bahwa kesepakatan pembangunan jembatan ini menjadi fondasi penting bagi pelaksanaan proyek infrastruktur strategis di wilayah tersebut.
“Penandatanganan kontrak dan nota kesepakatan pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut menjadi landasan dimulainya tahapan konstruksi infrastruktur strategis di Kalimantan Selatan. Kesepakatan ini memperkuat kolaborasi lintas instansi dalam pembangunan jembatan, pengembangan koridor Lintas Tengah Pulau Laut, serta penataan dan penyempurnaan jalur Banjarbaru–Tanah Bumbu agar lebih aman, lancar, dan sesuai standar, sehingga pelaksanaan konstruksi dapat berjalan secara profesional dan akuntabel,” ujar Roy Rizali Anwar, dikutip Sabtu (27/12/2025).
Pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut diposisikan sebagai infrastruktur kunci yang akan memperkuat keterhubungan antarwilayah. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh, meningkatkan efisiensi logistik, serta membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat terhadap layanan publik dan pusat-pusat ekonomi.
Dalam proyek ini, Hutama Karya dipercaya sebagai pemimpin konsorsium dalam skema kerja sama operasi (KSO) oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga. Penunjukan tersebut mencerminkan kepercayaan pemerintah terhadap kapabilitas Hutama Karya dalam mengelola proyek infrastruktur strategis berskala besar, khususnya di bidang jalan dan jembatan.
Dari sisi teknis, jembatan ini dirancang dengan total panjang lebih dari 1.000 meter. Struktur tersebut terdiri atas bentang utama sepanjang sekitar 500 meter yang menggunakan sistem cable stayed, serta bentang pendekat dengan panjang lebih dari 500 meter. Jembatan ini dilengkapi dua pylon dengan ketinggian kurang lebih 100 meter dan menggunakan beton mutu tinggi untuk menjamin kekuatan serta ketahanan struktur dalam jangka panjang.
Untuk mendukung kualitas pelaksanaan konstruksi, proyek ini juga menerapkan teknologi Building Information Modeling (BIM). Penggunaan BIM ditujukan untuk meningkatkan efisiensi perencanaan, pengendalian konstruksi, serta aspek keselamatan kerja selama proses pembangunan berlangsung.
Dalam kesempatan terpisah, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa penandatanganan kontrak tersebut menjadi fase penting bagi perseroan dalam merealisasikan proyek secara terukur dan profesional.
“Penandatanganan kontrak ini menjadi tahapan penting bagi Hutama Karya yang juga sebagai champion di bidang Jalan dan Jembatan untuk segera memulai pelaksanaan proyek secara terukur dan profesional, dengan mengedepankan ketepatan mutu, waktu, serta aspek keselamatan kerja,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mardiansyah menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut diyakini akan memberikan dampak strategis bagi masyarakat di wilayah tersebut. Manfaat yang diharapkan mencakup peningkatan kelancaran mobilitas, distribusi logistik yang lebih efisien, perluasan akses layanan publik, hingga penguatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain itu, kehadiran jembatan ini diproyeksikan mampu mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru serta meningkatkan daya tarik investasi di Kalimantan Selatan. Infrastruktur penghubung ini diharapkan menjadi katalisator bagi pemerataan pembangunan dan penguatan konektivitas antarwilayah.
“Melalui proyek ini, Hutama Karya berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang berperan sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi, memperkuat keterhubungan antarwilayah, serta mendukung pemerataan pembangunan nasional,” tutup Mardiansyah. (*)