Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol memastikan Astacita Presiden Prabowo Subianto akan berjalan optimal di delapan kabupaten, berfokus pada pembangunan SDM, ekonomi, dan infrastruktur untuk kemajuan daerah. (AntaraNews)
Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol memastikan Astacita Presiden Prabowo Subianto akan berjalan optimal di delapan kabupaten, berfokus pada pembangunan SDM, ekonomi, dan infrastruktur untuk kemajuan daerah. (AntaraNews)

Pemprov Papua Pegunungan Pastikan Astacita Presiden Prabowo Subianto Berjalan Optimal

  • Sumber: merdeka.com

Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol memastikan Astacita Presiden Prabowo Subianto akan berjalan optimal di delapan kabupaten, berfokus pada pembangunan SDM, ekonomi, dan infrastruktur untuk kemajuan daerah.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan berkomitmen penuh untuk memastikan implementasi Astacita Presiden Prabowo Subianto berjalan secara optimal di seluruh wilayahnya. Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, menegaskan hal ini di Wamena pada Sabtu lalu. Komitmen ini mencakup delapan kabupaten di provinsi tersebut, menunjukkan keseriusan dalam menjalankan program nasional.

Ones Pahabol menjelaskan bahwa Astacita Presiden, yang terdiri dari delapan poin utama, memiliki makna mendalam yang harus diterjemahkan dan dilaksanakan oleh setiap kepala daerah. Ini termasuk baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, demi mewujudkan visi pembangunan yang telah ditetapkan. Pelaksanaan program ini akan menjadi prioritas utama dalam lima tahun masa pemerintahan mendatang.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemprov Papua Pegunungan tidak dapat bekerja sendiri, melainkan memerlukan kolaborasi erat dengan semua pihak. Terutama, dukungan dari pemerintah pusat melalui berbagai kementerian dan lembaga sangat dibutuhkan. Fokus utama pembangunan akan diarahkan pada sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan peningkatan perekonomian masyarakat setempat.

Implementasi Delapan Poin Astacita Presiden di Papua Pegunungan

Wakil Gubernur Ones Pahabol menekankan bahwa delapan poin Astacita Presiden Prabowo Subianto merupakan panduan strategis bagi pembangunan daerah. Poin-poin ini mencakup penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) sebagai fondasi bernegara. Selain itu, terdapat fokus pada pemantapan sistem pertahanan keamanan negara yang esensial bagi stabilitas wilayah.

Astacita juga mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, dan air, yang sangat relevan untuk ketahanan daerah. Pengembangan ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru juga menjadi bagian integral dari upaya peningkatan kemandirian. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja berkualitas dan mendorong kewirausahaan di Papua Pegunungan.

Program ini turut menitikberatkan pada peningkatan lapangan kerja, pengembangan industri kreatif, dan kelanjutan pembangunan infrastruktur yang merata. Pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama, mencakup sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, dan prestasi olahraga. Kesetaraan gender serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas juga menjadi perhatian serius dalam kerangka Astacita ini.

Selanjutnya, Astacita Presiden mengamanatkan kelanjutan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri. Pembangunan yang dimulai dari desa dan dari bawah juga ditekankan untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. Reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta pemberantasan korupsi dan narkoba, menjadi bagian penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih.

Prioritas Pembangunan Daerah dan Sinergi Pusat-Daerah

Dalam konteks Papua Pegunungan, Ones Pahabol menyoroti beberapa sektor yang menjadi perhatian serius pemerintah provinsi. Sektor-sektor tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan perekonomian masyarakat. Prioritas ini sejalan dengan upaya menyiapkan generasi muda Papua Pegunungan yang cerdas dan memiliki kemampuan mumpuni di berbagai bidang.

Pemerintah daerah berkeinginan kuat untuk menciptakan generasi penerus yang mampu membangun daerahnya secara lebih baik di masa depan. Oleh karena itu, investasi dalam pendidikan dan kesehatan menjadi krusial untuk membentuk SDM unggul. Pembangunan infrastruktur juga terus digalakkan guna mendukung konektivitas dan aksesibilitas di wilayah yang geografisnya menantang.

Sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah pusat melalui kementerian dan lembaga menjadi kunci keberhasilan implementasi Astacita Presiden. Kolaborasi ini memastikan bahwa program-program nasional dapat disesuaikan dan diterapkan secara efektif sesuai dengan kebutuhan spesifik Papua Pegunungan. Dukungan dari berbagai pihak sangat penting untuk mencapai tujuan pembangunan yang ambisius ini.

Pendekatan kolaboratif ini tidak hanya mempercepat realisasi program, tetapi juga memastikan keberlanjutan dampaknya bagi masyarakat. Dengan dukungan penuh dari pusat, diharapkan berbagai tantangan pembangunan di Papua Pegunungan dapat diatasi secara lebih efisien. Ini termasuk tantangan dalam pemerataan akses layanan dasar dan peningkatan kesejahteraan.

Pemanfaatan Sumber Daya Alam untuk Kesejahteraan Ekonomi Lokal

Masyarakat di delapan kabupaten Papua Pegunungan didorong untuk mampu mengelola sumber daya alam (SDA) yang melimpah, seperti hutan dan lahan, secara optimal. Pemanfaatan SDA ini bertujuan untuk menghasilkan pendapatan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal. Pengelolaan yang baik akan membuka peluang baru dalam peningkatan taraf hidup.

Lahan yang luas di wilayah ini harus dimanfaatkan secara produktif sebagai lokasi pertanian, perkebunan, dan perikanan air tawar. Inisiatif ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat dengan ekonomi lemah, memberikan mereka kesempatan untuk meningkatkan pendapatan. Pemerintah daerah melalui dinas teknis akan memberikan dukungan maksimal kepada masyarakat yang mengolah SDA tersebut.

Dukungan tersebut bisa berupa bimbingan teknis, penyediaan bibit, atau akses ke pasar, guna memastikan keberlanjutan usaha masyarakat. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek aktif dalam mengelola potensi daerahnya. Pemanfaatan SDA yang bertanggung jawab juga akan menjaga kelestarian lingkungan.

Pemberdayaan ekonomi lokal melalui pengelolaan SDA ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi kemiskinan dan menciptakan kemandirian ekonomi. Ini sejalan dengan salah satu poin Astacita Presiden yang berfokus pada pembangunan dari desa dan dari bawah. Hasil akhirnya adalah peningkatan kesejahteraan yang merata di seluruh Papua Pegunungan.

Related Articles

Copyright © Free Joomla! 4 templates / Design by Galusso Themes