Realisasi investasi di Sumatera Selatan hingga pekan ketiga Desember mencapai Rp49,82 triliun atau melampaui target tahun 2025 yang ditetapkan Rp42,5 triliun.
"Capaian investasi hingga 117,22 persen itu terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang tersebar di berbagai sektor strategis," kata Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumsel Eko Agusrianto di Palembang, Rabu.
Dia menjelaskan sektor penyumbang terbesar investasi di provinsi ini, meliputi industri kimia dan farmasi, pertambangan, transportasi, pergudangan, serta sektor telekomunikasi. Kontribusi terbesar investasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) yang didominasi oleh investor Singapura dan Tiongkok.
Menurut dia, investasi yang cukup besar tersebut berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, serta penyerapan tenaga kerja. Melihat dampak positif dari masuknya investor itu, pihaknya terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif, sehingga menjadikan Sumsel tempat yang baik untuk menanamkan modal.
Sementara sebelumnya Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, pihaknya bersama jajaran Kodam II/Sriwijaya dan Polda Sumsel, terus berupaya mempertahankan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif serta tidak ada konflik (zero konflik).
Dengan kondisi tersebut, bisa meningkatkan keamanan dan ketertiban dalam berusaha. Kemudian mengoptimalkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel dalam pelayanan perizinan.
"Memetakan potensi investasi di berbagai sektor, sehingga dapat memberikan rekomendasi yang lebih tepat ke calon investor," kata Gubernur Sumsel Herman Deru.