Kabupaten Karimun
Gallery
Business Details
“Karimun Berdaya Saing”
Kabupaten Karimun memiliki sejarah panjang yang tidak terlepas dari perkembangan peradaban Melayu dan jalur perdagangan maritim di wilayah Selat Malaka. Letaknya yang strategis menjadikan wilayah Karimun sejak dahulu dikenal sebagai daerah persinggahan kapal-kapal dagang dari berbagai kawasan, termasuk Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Tiongkok. Kehidupan masyarakat awal Karimun berkembang dengan corak budaya Melayu yang kuat, ditandai dengan aktivitas pelayaran, perdagangan, dan perikanan.
Pada masa kerajaan, wilayah Karimun berada dalam pengaruh Kerajaan Melayu dan Kesultanan Johor–Riau–Lingga. Karimun menjadi bagian penting dari jalur pelayaran dan pertahanan laut, sekaligus sebagai wilayah pendukung ekonomi kerajaan. Nilai-nilai adat Melayu, sistem pemerintahan tradisional, serta ajaran Islam berkembang pesat dan menjadi fondasi budaya masyarakat Karimun hingga saat ini.
Memasuki masa kolonial, Karimun berada di bawah kekuasaan Belanda dan dimasukkan ke dalam wilayah administrasi Hindia Belanda. Pada periode ini, aktivitas perdagangan dan pertambangan mulai berkembang, terutama pemanfaatan sumber daya alam seperti granit. Infrastruktur pelabuhan dan permukiman mulai dibangun untuk mendukung kepentingan kolonial, yang kemudian menjadi cikal bakal pertumbuhan wilayah perkotaan di Karimun.
Setelah Indonesia merdeka, wilayah Karimun menjadi bagian dari Provinsi Riau. Seiring dengan dinamika pembangunan dan meningkatnya aktivitas ekonomi kawasan perbatasan, masyarakat Karimun mendorong pembentukan daerah otonom agar pengelolaan pemerintahan dan pembangunan dapat dilakukan secara lebih efektif dan mandiri.
Kabupaten Karimun resmi dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Kuantan Singingi, dan Kota Batam. Sejak saat itu, Karimun berdiri sebagai daerah otonom dengan pusat pemerintahan di Tanjung Balai Karimun.
Dengan terbentuknya Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2002, Kabupaten Karimun menjadi bagian penting dari provinsi kepulauan tersebut. Pemerintah daerah terus mendorong pembangunan di berbagai sektor, terutama maritim, perdagangan, industri, perikanan, dan pariwisata, dengan memanfaatkan posisi strategis Karimun di jalur pelayaran internasional.
Hingga kini, Kabupaten Karimun berkembang sebagai wilayah perbatasan yang memiliki peran strategis dalam perekonomian regional dan nasional. Sejarah panjang yang berpadu dengan kekayaan budaya Melayu menjadi identitas kuat masyarakat Karimun dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berdaya saing.
- Type:
- Government
- Keywords:
Map Location
Related Companies
Team
BUSINESS REVIEWS
There are no reviews at the moment
Kabupaten Karimun
“Karimun Berdaya Saing”