Kota Surakarta
Gallery
Business Details
Solo The Spirit of Java
Kota Surakarta memiliki sejarah panjang yang sangat erat kaitannya dengan perkembangan budaya dan peradaban Jawa. Surakarta dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan Jawa yang masih hidup dan berkembang hingga saat ini, terutama melalui peran Keraton Surakarta Hadiningrat sebagai penjaga tradisi dan nilai-nilai budaya Jawa.
Sejarah Kota Surakarta bermula pada abad ke-18, ketika terjadi Perjanjian Giyanti pada tahun 1755 yang membagi Kesultanan Mataram menjadi dua kekuasaan, yaitu Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Setelah perjanjian tersebut, Sunan Pakubuwono II memindahkan pusat kerajaan ke wilayah yang kemudian dikenal sebagai Surakarta. Sejak saat itu, Surakarta berkembang sebagai pusat pemerintahan, budaya, dan ekonomi kerajaan.
Nama “Surakarta” berasal dari kata “sura” yang berarti keberanian dan “karta” yang berarti makmur, mencerminkan harapan agar wilayah ini menjadi daerah yang makmur dan kuat. Keraton Surakarta menjadi pusat pengembangan seni, adat, sastra, dan tata kehidupan masyarakat Jawa yang berpengaruh luas hingga ke berbagai wilayah di Nusantara.
Pada masa kolonial Belanda, Surakarta memiliki status khusus sebagai daerah kerajaan yang berada di bawah pengawasan pemerintah kolonial. Kota ini berkembang dengan pembangunan infrastruktur seperti jalan, rel kereta api, dan pusat perdagangan. Surakarta menjadi kota penting dalam jalur perdagangan dan administrasi di Jawa Tengah bagian selatan.
Surakarta juga memiliki peran penting dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia. Banyak tokoh nasional lahir dan berkembang di kota ini, serta berbagai organisasi pergerakan tumbuh dan beraktivitas di Surakarta. Setelah kemerdekaan Indonesia, Surakarta menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan ditetapkan sebagai kota otonom.
Kota Surakarta secara resmi ditetapkan sebagai kota pada 16 Juni 1946, dan tanggal tersebut diperingati sebagai hari jadi Kota Surakarta. Sejak itu, kota ini terus berkembang sebagai kota budaya dan ekonomi yang dinamis.
Dalam era modern, Kota Surakarta dikenal sebagai kota pariwisata budaya dengan berbagai daya tarik seperti keraton, pasar tradisional, batik, seni pertunjukan, dan kuliner khas. Sektor ekonomi kota didominasi oleh perdagangan, jasa, pariwisata, pendidikan, dan UMKM. Pemerintah kota juga aktif mendorong pengembangan kota berbasis budaya, inklusif, dan berkelanjutan.
Secara sosial budaya, masyarakat Surakarta dikenal santun, menjunjung tinggi tata krama, dan menjaga tradisi Jawa. Nilai-nilai budaya tersebut menjadi landasan penting dalam pembangunan kota, menjadikan Surakarta sebagai kota yang berkarakter kuat dan memiliki daya tarik nasional maupun internasional.
- Type:
- Government
- Keywords:
Map Location
Team
BUSINESS REVIEWS
There are no reviews at the moment
Kota Surakarta
Solo The Spirit of Java