Kota Tasikmalaya
Gallery
Business Details
Tasikmalaya Kota Resik (Religius, Islami, Sejahtera, Indah, dan Kreatif)
Wilayah Tasikmalaya telah dikenal sejak masa kerajaan-kerajaan Sunda kuno. Nama “Tasikmalaya” berasal dari kata tasik yang berarti danau atau air, dan malaya yang berarti gunung atau rangkaian pegunungan, menggambarkan kondisi geografis wilayah yang dikelilingi perbukitan dan dialiri banyak sungai. Sejak dahulu, wilayah ini memiliki peran penting sebagai jalur penghubung antara wilayah pesisir selatan Jawa dengan pedalaman Priangan.
Pada masa Kerajaan Sunda dan kemudian Kesultanan Cirebon serta Mataram Islam, Tasikmalaya berkembang sebagai daerah agraris dengan basis pertanian, perkebunan, dan perdagangan lokal. Masyarakatnya dikenal memegang kuat nilai adat Sunda dan ajaran agama Islam, yang kemudian menjadi ciri khas sosial budaya Tasikmalaya hingga saat ini.
Memasuki masa kolonial Belanda, Tasikmalaya menjadi bagian dari sistem pemerintahan Hindia Belanda sebagai wilayah administratif. Pembangunan infrastruktur seperti jalan raya dan pusat perdagangan mulai berkembang, menjadikan Tasikmalaya sebagai kota penting di wilayah Priangan Timur. Pada masa ini pula, kerajinan rakyat seperti anyaman bambu, bordir, batik, dan kerajinan kayu mulai tumbuh dan menjadi penggerak ekonomi lokal.
Setelah kemerdekaan Indonesia, Tasikmalaya mengalami perkembangan signifikan dalam bidang pemerintahan, ekonomi, dan pendidikan. Awalnya, Tasikmalaya merupakan bagian dari Kabupaten Tasikmalaya. Seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang semakin pesat, wilayah perkotaan Tasikmalaya kemudian ditetapkan sebagai Kota Administratif Tasikmalaya pada tahun 1976.
Perkembangan tersebut berlanjut hingga akhirnya, berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2001, Tasikmalaya resmi menjadi Kota Tasikmalaya, terpisah dari Kabupaten Tasikmalaya. Sejak saat itu, Kota Tasikmalaya memiliki kewenangan penuh dalam mengatur pemerintahan daerahnya sendiri.
Secara ekonomi, Kota Tasikmalaya dikenal sebagai sentra industri kreatif dan UMKM, khususnya kerajinan bordir, kelom geulis, anyaman, batik, dan produk fesyen muslim. Aktivitas perdagangan dan jasa berkembang pesat, didukung oleh letaknya yang strategis sebagai simpul transportasi di Priangan Timur.
Dari sisi sosial budaya, Kota Tasikmalaya memiliki identitas kuat sebagai kota religius. Banyak pondok pesantren, lembaga pendidikan Islam, serta aktivitas keagamaan yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Hal ini membentuk karakter kota yang relatif kondusif, berlandaskan nilai moral dan kearifan lokal.
Dalam bidang pemerintahan dan pembangunan, Kota Tasikmalaya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, infrastruktur perkotaan, pendidikan, dan kesehatan. Pembangunan diarahkan untuk mewujudkan kota yang religius, maju secara ekonomi, serta berdaya saing di tingkat regional dan nasional tanpa meninggalkan nilai budaya Sunda yang melekat kuat.
- Type:
- Government
- Keywords:
Map Location
Team
BUSINESS REVIEWS
There are no reviews at the moment
Kota Tasikmalaya
Tasikmalaya Kota Resik (Religius, Islami, Sejahtera, Indah, dan Kreatif)